You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Genangan Air Rendam 19 RT di Bukit Duri
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

19 RT di Bukit Duri Tergenang

Sejumlah permukiman warga di wilayah Kelurahan Bukit Duri, Tebet, terdampak luapan Kali Ciliwung. Hingga kini sebanyak 19 RT yang terserbar RW 10, RW 11 dan RW 12 tergenang dengan ketinggian antara 10 sentimeter hingga 1,5 meter.

Korban manusia dan pengungsi nihil, korban materiil belum dapat ditaksirkan. Pos kesehatan masih nihil

 

Lurah Bukit Duri, Mardi Youce mengatakan, dari 19 RT, sembilan diantaranya terdapat di RW 10, empat di RW 11, dan enam RT di RW 12. Namun, genangan belum menyebabkan aktivitas pengungsian. Mayoritas warga menanti air surut di rumah tetangga atau jalan yang posisinya lebih tinggi.

Jl Bungur Raya Masih Tergenang 30 Sentimeter

"Posko pengungsi ada enam. Yakni kantor kelurahan, Gedung PKK, Dipo kereta api, Masjid Attahiriyah, Kompleks Garuda, Al-Akmal. Korban manusia dan pengungsi nihil, korban materiil belum dapat ditaksir. Pos kesehatan masih nihil," katanya, Kamis (21/4).

Ditambahkan Mardi, hingga pukul 19.00, ketinggian genangan air tiap RT di masing-masing RW bervariasi. Di RW 10 ketinggian genangan sekitar 25 sentimeter sampai dengan 1,5 meter. Di RW 11 genangan air setinggi 10-50 sentimeter. Sedangkan di RW 012 ketinggian air 60 sentimeter - 1,5 meter.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6901 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5680 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3534 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2132 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1896 personAnita Karyati